Pasawahan Purwakarta

Pasawahan Purwakarta Lumbung Pangan Nasional

Seni Kerajinan Plered

Seni Kerajinan Plered Purwakarta

Jatiluhur

Waduk Jatiluhur Purwakarta

Situ Wanayasa

Situ Wanayasa Purwakarta

Trowongan Kereta Api Purwakarta

Trowongan Kereta Api Purwakarta

Plered

Kota Kerajinan Keramik

Wanayasa

Jalan menuju Wanayasa Purwakarta

Advertisements

Selasa, 28 Januari 2014

Keberadaan Perusahaan Bantu Pendapatan Desa

PURWAKARTA-PT YC TEC Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang bermanfaat bagi Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu Purwakarta. Selain mampu menyerap tenaga kerja setempat, juga mampu membantu dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karang Taruna (KT) Desa Cilandak sebagai lembaga yang terjun langsung membantu perusahaan dalam menyediakan tenaga kerja keberadaannya dinilai mampu menyediakan tenaga kerja yang disalurkan ke perusahaan tersebut. “Saat ini kami selaku pengurus Karang Taruna membantu perusahaan dalam menyediakan tenaga kerja. Kami dalam hal ini sudah koordinasi dengan lembaga yang ada. Yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan diketahui kepala desa. Kami menentukan adminisatrasi kepada calon karyawan sebesar Rp50 ribu. Itu juga bagi calon karyawan di luar Desa Cilandak. Sementara warga setempat tidak kami minta, alias gratis,” papar Ketua Karang Taruna Desa Cilandak Ahmad Zaky Yamani kepada Pasundan Ekspres di Sekretariat KT, Senin (27/1).

Dengan administrasi sebesar itu diakuinya sebagai kepentingan sosial kemasyarakatan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak dipungkiri, tutur Ahmad, ada sebagian karyawan yang memberikan dana lebih dari itu. Tapi itu dengan kesadaran sendiri tanpa diwajibkan dan tanpa ada paksaan. “Sebagaimana niat kami diawal, dengan kepemimpinan kepala desa yang baru, serta kami pengurus Karang Taruna yang baru, ingin ada perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik. Dengan uang tersebut telah kami salurkan beberapa kegiatan Karang Taruna. Di antaranya kegiatan neonisasi atau penerangan sepanjang jalan desa. Membantu pembangunan pos ronda, warga yang sakit, yang meninggal dunia, pembangunan gorong-gorong,” jelasnya.Dengan bantuan ini diharapkan tidak ada sangkaan dari pihak manapun. Karena program tersebut sudah jelas membantu kegiatan sosial masyarakat.

“Program ini bisa dilihat dan ditanyakan langsung kepada warga kalau memang diragukan,” tegasnya.
Sementara, Kepala Desa Cilandak Dadang Jakaria menuturkan, keberdaan PT YC TEC sendiri di Desa Cilandak telah banyak membantu pemerintahan desa. Selain mampu menyerap tenaga kerja setempat, juga mampu membantu pihaknya dalam program kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Karang Taruna sebagai lembaga yang diberi mandat dalam hal ketenagakerjaan saat ini mampu membantu perusahaan dalam hal penyedia tenaga kerja. Yang kami ketahui KT dan LPM menyepakati karyawan dari luar Desa Cilandak dikenakan administrasi sebesar Rp50 ribu. Sementara informasi dari luar bahwa KT memungut lebih dari itu. Maka itu bukan atas nama KT. Karena setiap kegiatan apapun KT selalu koordinasi dengan pihak kami,” ungkapnya.

Adanya dugaan KT memungut lebih dari yang ditentukan pihaknya mengaku itu bukan dari lembaga KT. Karena pihaknya tidak menginginkan adanya pungutan liar yang sifatnya merugikan semua pihak.
“Kami berharap kepada yang berkepentingan memakluminya. Karena dengan adminsitrasi sebesar itu dinilai tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan daerah yang lain lebih dari itu. Sementara KT sendiri dengan administrasi sebesar itu sudah dirasakan membantu Pemerintahan Desa Cilandak dalam program sosial kemasyarakatan,” akunya.Saat ini dengan Pemerintahan Desa Cilandak yang baru hasil dari kerjasama dengan beberapa perusahaan dan lembaga yang ada yaitu KT dan LPM, sudah direalisasikan kepada warga setempat. Di antaranya pembuatan 140 gorong-gorong, 1000 penerangan jalan sepanjang jalan desa, dan 14 pos ronda.  “Selain itu rencananya 160 pembuatan bak sampah dengan satu sample yang sudah dibuat. Dan saat ini sudah dibantu 120 anak yatim piatu, jompo, guru ngaji, anak putus sekolah, pesantren di luar desa, dan guru PAUD yang dibantu setiap bulan secara rutin. Ini merupakan hasil dari kerjasama semua pihak sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” tandas.(mas/ron)

FPI Nilai Pemerintah Lamban

Dianggap Tak Cekatan Sikapi Kondisi Korban Banjir PURWAKARTA-Mengetahui masih banyaknya ketimpangan penyaluran bantuan kepada korban banjir Subang dan Karawang, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Purwakarta mulai lakukan galang dana di Purwakarta. FPI menyebut, aksi tersebut sebagai sindiran bagi pihak pemerintah yang lamban bereaksi menyikapi kondisi korban bencana di Subang dan Karawang. "Terkhusus korban banjir di Pamanukan Subang dan Batu Jaya sama Pedes Karawang. Korban-korban banjir di lokasi tersebut, nyaris tidak tersentuh tangan pemerintah. Galang dana ini fokus membantu korban banjir di wilayah tersebut," jelas Koordinator Aksi Imanul Haq kepada Pasundan Ekspres. Dikabarkan, korban banjir di wilayah tersebut, sempat meminta bantuan sendiri. Karena mungkin, menunggu pihak pemerintah bagai menunggu bintang jatuh. FPI Purwakarta, secepatnya akan mendorong bantuan finansial guna meringankan beban masyarakat di sekitar. Namun demikian, alasan FPI tidak menggelar galang dana bagi korban longsor Cihanjawar, Cilawang dan Tegalwaru, karen pihak Pemkab Purwakarta diyakinkan mau turun tangan.

"Istilahnya bukan kami mempedulikan yang lebih jauh, tapi kondisi yang berbicara dalam hal ini. Korban banjir Pamanukan Subang dan Batu Jaya sama Pedes Karawang, lebih membutuhkan uluran tangan," papar dia. Dalam aksinya, FPI menggelar galang dana hanya di satu titik, Pasar Rebo Purwakarta. Alasan tidak menggunakan titik-titik yang lain, karena lokasi-lokasi sudah terpakai oleh aliansi-aliansi mahasiswa dan ormas lain yang sama peduli terhadap korban bencana. "Pamanukan, Batu Jaya dan Pedes merupakan suatu daerah yang luput dan terisolir dari perhatian pemerintah," serunya. Dijelaskan, dalam aksi tersebut, FPI bekerjasama dan fokus membantu dengan FPI Subang serta Karawang. FPI mengaku, aksi tersebut merupakan sindiran halus bagi para pemangku kebijakan yang dinilai lambang merespon kondisi bencana. Banyak masyarakat terlantar. "Istilahnya, sindiran secara halus. Masyarakat saja mau membantu. Masak pemerintah tidak mau. Sesama muslim seyogyanya saling bantu-membantu ringankan beban saudara," pungkasnya.(dik/ron)

Mahasiswa Galang Bantuan Banjir

PURWAKARTA - Puluhan Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta, KM Stempel Merah, Humanika STT Wastukencana, menggelar aksi gerakan moral peduli lingkungan dan korban bencana banjir di pertigaan Bank BTN Jalan RE Martadinata.Mereka melakukan aksi penggalangan dana solidaritas untuk membantu korban bencana banjir yang melanda sejumlah daerah seperti di Jawa Barat, Jakarta, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara. Selain itu, mereka juga menyuarakan agar Pemerintah segera memberantas segenap praktik illegaloging, mafia perizinan, menutup industri yang tidak berbasis lingkungan hidup serta menindak pengelolaan limbah industri yang tidak ramah lingkungan. Aktivis HMI Cabang Purwakarta, Derrik Awaludien disela aksi mengatakan, bangsa lndonesia harus menelan kenyataan pahit, sebab sudah menyiapkan warisan untuk anak dan cucu berupa lingkungan alam yang rusak, hutan yang gundul, sungai yang tercemar, udara yang sesak dan krisis kekayaan alam seperti minya bumi.
“Banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia setiap masuk musim penghujan adalah bukti konkrit. Kita sudah menyiapkan warisan lingkungan alam yang rusak untuk anak dan cucu. Korban banjir di sejumlah wilayah di Indonesia itu perlu mendapatkan bantuan,” kata Derrik menjelaskan kepada Pasundan Ekspres, Sabtu (25/1).Sementara koordinator Humanika STT Wastukencana, Ahmad Hasan menyampaikan, kegiatan ini merupakan gerakan solidaritas dengan mengajak masyarakat Purwakarta agar peduli terhadap mereka yang tertimpa musibah banjir di sejumlah daerah di Indonesia.  “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir. Dengan menggalang bantuan, kita berharap dapat sedikit banyak meringankan beban saudara kita yang terkena musibah banjir," kata Hasan yang juga Mantan Presiden BEM STT Wastukencana ini.(fjr/din)

PNPM Rawan Dipolitisir Caleg

PURWAKARTA-Adanya dugaan penyalahgunaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) oleh kalangan elit politisi maupun protokol program, membuat dinas pemerintah ‘gerah’. Pelintir dan ‘sunat’ memang tidak selayaknya dilakukan atas program yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kemendagri ini.“Jangan dipolitisir. PNPM harus netral dari unsur-unsur politik,” tegas Kabid Pemberdayaan Masyarakat Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Ibu dan Anak (BKBPIA) Kabupaten Purwakarta. Asep Suparman, Kata Asep, ini alasannya kenapa setiap ketua dan pengurus UPK PNMP tidak boleh manggung dalam hajat demokrasi. Mundur, memilih salah satu atau dimundurkan, merupakan hal yang tepat pada kasus ini. Momentum pencairan PNPM, diakuinya memang rawan dipelintir dan ‘dimainkan’ para elit politisi. “Jika ada, secepatnya hubungi kami. Karena sejauh ini, kami tidak mengetahui detail kejadian asli di lapangan. Kalau memang (ada) kasus demikian, secepatnya laporkan,” tandasnya kepada Pasundan Ekspres.Diakuinya, momentum Pemilu Legeslatif (Pileg) 2014 sangat rawan dipolitisir. Ditambah, dalam momen yang sama Kemendagri akan mencairkan dana PNPM sebesar Rp11 miliar untuk direalisasikan di 13 Kecamatan se-Purwakarta. Pencairan ini terkait ajuan PNPM tahun 2013 yang baru bisa dicairkan sekarang.

Pencairan sedang diproses. Dengan adanya dugaan ini, PNPM dijalankan harus dengan pengawasan esktraketat. Kami minta seluruh konsultan dan pihak independen, untuk lebih teliti lagi,” imbaunya.
Sejauh ini, diakuinya jika ditemukan adanya kecacatan PNPM dan BKBPIA menjadi pihak yang disalahkan, itu sangat tidak benar. Pasalnya, BKBPIA bertugas sebagai pihak fasilitator pemberdayaan dan teknik. PNPM merupakan program yang dilaksanakan oleh pihak UPK bukan BKBPIA.
“Dalam pelaksanaannya sendiri, PNPM lebih menitikberatkan pada kebutuhan pembangunan di kabupaten terkhusus desa. PNPM dibagi menjadi 1 untuk SPP 1 untuk fisik. BKBPIA hanya terkait dengan fasilitas, regulasi dan pembinaan,” pungkasnya.(dik/ron)

Hama Lembing Batu Ancam Petani

PURWAKARTA-Akibat intensitas hujan yang tinggi, sejumlah lahan pertanian yang ada di Kecamatan Cibatu terkena hama lembing batu. Salah satunya di Desa Wanawali areal pesawahan milik warga seluas 2 Hektare. Koordinator Penyuluh BPP Cibatu Hj Euis Sumarni SP menuturkan, dengan kondisi cuaca hujan seperti ini lahan pertanian khususnya tanaman padi sangat rentan dengan berbagai penyakit. Di antaranya dengan kehadiran hama lembing batu ini. “Di Desa Wanawali seluas 2 Ha tanaman milik warga diserang hama lembing batu. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dan sudah dilakukan pengendalian hama dan hasilnya masih kami tunggu. Semoga saja hasilnya memuaskan,” paparnya kepada Pasundan Ekspres, Kamis (23/1)
Lebih lanjut Euis menjelaskan, di daerah lain khususnya petani yang menanam padi harus waspada dengan hama ini, karena penyebarannya cukup cepat. “Hama lembing batu termasuk hama yang peredarannya terbilang cepat. Untuk itu petani diminta cermat mengawasi padi tanamannya. Dan segera menyiram obat anti hama jika tanaman padinya selamat,” ungkapnya.

Penyuluh Pertanian Desa Wanawali Sarwin mengaku kejadian tersebut di Desa Wanawali baru kali ini terjadi. Dan pihkanya mendapat informasi dari warga bahwa ada petani tanaman padinya diserang hama lembing batu. “Koordinasi dengan pihak BPP Cibatu sebaiknya segera dikoordinasikan dengan pihak dinas terkait. Dan langsung ditangani dan hasilnya hama tersebut dapat ditangani,” tuturnya. Sarwin berharap, dengan kejadian seperti ini khususnya di musim penghujan, ladang pertanian harus lebih diperhatikan. Karena ancaman berbagai penyakit yang akan menyerang tanaman padi akan semakin banyak. “Kami terus memantau dan koordinadi dengan para kelompok tani. Jangan sampai ada kejadian serangan hama atau ancaman perusak tanaman lagi,” tutupnya.(mas/ron)

Kamis, 23 Januari 2014

Puluhan Ton Ikan KJA Jatiluhur Mati

JATILUHUR-Puluhan ton ikan di kolam jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur mati terserang upwelling. Terhitung, 5000 KJA di Waduk Jatiluhur terserang upwelling sejak dua hari terakhir. Akibat kejadian alam ini, ribuan pelaku bisnis KJA mengalami rugi hingga miliaran rupiah. Upwelling juga berdampak pada harga ikan KJA (nila dan mas) yang masih hidup turun drastis Rp3000 per Kg dari harga sehat Rp14000. Upwelling merupakan proses alami berupa pergerakan angin membawa massa air dasar yang kaya akan limbah organik (unsur nitrogen dan fosfor) ke permukaan waduk. Akibat kelebihan nitrogen dan fosfor, status air di permukaan (tempat KJA) minim akan kandungan oksigen. Akibat upwelling tersebut, dikabarkan ada satu pengelola KJA mengalami rugi hingga Rp3 miliar. Mantan pengelola KJA Waduk Jatiluhur Sugono (58) mengaku, upwelling tahun ini nyaris sama dengan kejadian tahun kemarin. Yang membedakan hanya dari sisi jumlah dan volume kematian ikan saat terjadi upwelling. Kejadian upwelling di Waduk Jatiluhur terjadi sejak tahun 2004 hingga sekarang. Persatu KJA sendiri, biasa diisi dengan 1 sampai 2 kuintal bibit ikan.

“Bukan rugi lagi, orang ikannya juga pada mati. Ada beberapa ikan yang berhasil dijual, itu merupakan ikan yang berhasil diselamatkan dan berstatus mabuk saja,” jelas lelaki yang mengaku mantan anggota TNI AD ini. Dijelaskan, Sugono mengaku sebagai korban upwelling. Usaha KJA Sugono yang dimodali dengan uang tak sedikit, gulung tikar saat kejadian upwelling tahun lalu. Selain upwelling merupakan aktivitas alam, kejadian ini disebabkan karena faktor kesengajaan para pengelola KJA yang tidak memperhatikan kesehatan lingkungan. “Pakan ikan yang ditebar ke KJA, itu berpengaruh upwelling. Karena pakan yang tidak termakan akan mengendap di dasar dan naik ke atas saat cuaca tak menentu,” jelas Sugono kepada Pasundan Ekspres di Waduk Jatiluhur Purwakarta. Saat ditanya volume KJA yang dimiliki setiap pengelola, Sugono mengaku, pengelola ada yang memiliki 700 petak KJA. Hal ini biasanya didominasi oleh orang-orang pemodal dari kalangan Cina. Pengakuannnya, salah satu pengelola KJA yang memiliki duit pas-pasan hanya memiliki 20 sampai 300 petak KJA.

“Jika tidak percaya, sanah naik perahu ke KJA. Dan ambil gambar di situ. Suasanya waduk di area KJA, nyaris seperti pemukiman warga,” bebernya. Sementara, Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta Ir Komaran MSi menyebutkan, berdasarkan Perda No.6 tahun 2010 tentang retribusi izin perikanan, pihaknya akan melakukan penertiban kuntitas KJA yang dimiliki pengelola. Dalam perda tersebut dijelaskan, masing-masing pengelola hanya berhak memiliki 20 petak KJA saja. “Kalau lebih nanti kami amankan. Namun, yang dari awalnya hanya punya 10 KJA, tetap harus 10 KJA. Pembatasan 20 KJA bagi mereka yang memiliki lebih dari 20 KJA,” jelas Ir Komaran di Disnakan Purwakarta. Sejauh ini haknya tengah melakukan kerjasama dengan pihak PJT II dan BPMPTS. Semangat perda ini guna menarik kebijakan retribusi dari keberadaan KJA. Masing-masing pengelola akan dikenakan retribusi ketika memiliki KJA lebih dari 6 sampai 20 petak.
“Kami ssudah bangun kantor di Jatiluhur. Nantinya yang belum punya izin, akan kami amankan,” tegasnya.(dik/ron)

Rabu, 22 Januari 2014

Puri Ayu Hotel Tawarkan Kenyamanan

Usung Layanan Ramah Bersahabat PURWAKARTA-Puri Ayu Hotel merupakan hotel yang mengusung konsep modern minimalis dan colorfull. Berlokasi di Jl. Raya Cibening Km 34 Purwakarta tepat di depan Pabrik Sepatu Bata, Puri Ayu Hotel menawarkan kenyamanan dan fasilitas lengkap, serta pelayanan maksmimal yang sesuai dengan tagline-nya, We Serve Our Hospitality. General Manager Puri Ayu Hotel Sehat Riando Sipayung mengatakan, kehadiran hotelnya sebagai jawaban akan kebutuhan hotel yang nyaman, terjangkau dan dengan pelayanan maksimal.

“Kami memang baru beberapa bulan beroperasi, namun kami menerapkan standar tinggi terhadap kenyamanan para tamu yang menginap di sini. Karena bagaimana pun, kepuasan pelanggan yang utama. Terlebih, kami ingin memberikan kesan pertama yang positif,” ujar pria yang akrab di panggil Rian ini kepada Pasundan Ekspres. Puri Ayu Hotel sendiri memiliki 122 kamar yang terbagi atas kelas standar 40 kamar, bisnis 58 kamar, dan VIP 24 kamar. “Hotel kami memiliki halaman parkir yang sangat luas, bahkan lanskapnya cocok untuk dijadikan jogging track bagi tamu yang ingin berolahraga,” sambung Rian. Selain itu, kata Rian, hotelnya pun dilengkapi fasilitas meeting room, kafe, katering, dan karaoke. “Adapun dari fasilitas kamar kami tak main-main. Untuk kelas standar saja sudah dilengkapi LED TV 32”, AC, Wi Fi, dan sarapan,” kata dia menggambarkan.
Istimewanya, Puri Ayu Hotel saat ini tengah menawarkan tarif promo yang berlaku di seluruh jenis kamarnya. “Untuk kelas standar rate normal Rp300 ribu kini menjadi Rp230 ribu. Sementara kelas bisnis ratenya Rp375 ribu menjadi Rp345 ribu, sedangkan VIP rate normalnya Rp450 ribu menjadi Rp414 ribu saja,” tutupnya.(add/ron)